Senin, 04 Juli 2011

zero

pandangan kosong kulemparkan ke arah jalan raya ibukota tokyo. dari atap gedung ini aku melihat mobil dan manusia berlalu lalang dibawah sana. mungkin saat ini hirukpikuk warga kota tokyo akan terusik saat aku melompat kebawah sana.
bulir-bulir airmata mengalir membasahi pipiku. aku terisak, aku marah, aku sedih, aku kecewa. semua ini terjadi dalam 1malam saja. kekasihku meninggalkankku denagn wanita lain. luluh lantak dan hancur mungkin itu kata2 yang tepat untuk menggambarkan kehidupankku saat ini.
aku memejamkan mataku, perlahan aku mendekatkan kakiku ke pinggiran gedung. aku menikmati hembusan angin teraklhir dalam hidupku.aku membentangkan tanganku dan siap menjatuhkan tubuhku ke bawah sana.. saat aku sudah memiringkan tubuhku, tiba2..
hup..sreet..
sebuah tangan menariku.
seorang pria berdasi menggapai tangankku, dan aku jatuh kedalam dekapannya.
PLAK
ia menamparku, cukup keras.
"BAKA JAA NEE YO!!!" bentaknya. ia menarikku menjauhi pinggiran gedung. aku tak berani mendongak untuk melihat wajahnya. yang ada dipikirannku hanya satu. mati.
"apa yang ada diotakmu, Hah??!!"" bentaknya. aku tak bisa menjawab apa-apa. kepalaku penat dengan semua masalah yang melanda hidupku.
"gomenasai. tapi kau tak perlu repot2 menolongku. biarkan saja aku mati. lagipulaini bukan urusanmu" kata ku.
"kurasa ada." katanya. "kamu memutuskan untuk mengakhiri hidupku disini. aku pun demikian. kau mengambil tempatku. kalau kau mati disini dan aku juga mati disini orang2 bilang apa coba??"
konyol pikirku. kalau mau mati yang tinggal mati saja. buat apa kita memukirkan apa kata orang2?.
ia menarik tanganku. "ikut aku" katanya.
"e?" aku melihat pudak pria ini.
"ga usah banyak tanya. ikut saja." katanya
akupun kembali menundukan kepalaku. terserahlah apa yng akan ornag ini lakukan terhadapku, toh buatku hidupku tak ada artinya lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar