"namamu siapa??" tanya aiba sambil sesekali melirik ke arah spion.
aku hanya diam membisu, tidak menjawab pertanyaanya.
"mm..kita sudah sampai." suara aiba terkesan kikuk. mungkin karena aku tidak menanggapi pertanyaanya.
aku memandang ke arah smenanjung itu.
"kau siap?"
aku mengangguk. aiba menginjak pedal gasnya, dan..
brrrrrmmm.. sekuat tenaga mobil itu melaju kencang.. aku memejamkan mataku, bersiap untuk merasakan terjun dengan mobil mewah dari ketinggian yang sangat tinggi (aku tak tahu berapa ketinggian tebing itu.)
ckiiieeet....
tiba2 aiba menginjak pedal rem. aku membuka mataku dan menatap heran ke arahnya.
"gomeeen.." katanya " aku belum menuliskan wasiat." lanjutnya. ia membuka laci dashboard yang berada tepat di depanku. sambil tangannya sibuk menggratak laci itu ia berkata. "chotto, na." sambil beberapa kali menganggukan kepalanya tanda meminta maaf.
ia sibuk menulis beberapa hal. sementara aku sibuk memperhatikan interior mobilnya. di atas dasboardnya ada boneka ponyo, tokoh anime keluaran ghibli. sementara spionnya ada stiker berbahan akrilik dengan kanji arashi berwarna mereah. narsis. pikirku. mobil ini nampak baru tapi sudah di acak-acak dengan kenarsisannya.
"dekitaa.." katanya sambil berteriak. dan teriakkannya itu cukup mengejutkankku. kenapa mesti triak sih?? didalam mobil ini kan hanya ada dua orang. aneh.
"okeh!! dengan wasiat ini harta bendaku pasti aman." katanya. orang yang mati masih mikirin harta, sugoi. cibirku dalam hati.
"kau nggak mau buat wasiat??" tanyanya. aku tak menjawab. "hmmm.. nampakknya pasangan bunuhdiriku sudah kehilangan organ suaranya."
"nani sore!! mana ada organ suara!" protesku.
"kau ini cuma nyaut kalau marah yah??" protesnya juga.
aku pun diam lagi.
"yasudah, ayo mati." katanya.
ia memasukan gigi, lalu memundurkan mobilnya dari arah teluk. setelah jarak yang dikiranya cukup, iapun meremas stir mobilnya, peluh keringat nampak mengalir membasahi pelipis matanya. ia gugup.
dan sekali lagi, pedal gas di injaknya.
nyaiba monogatari
this is a tale about me and aiba in our world. where u can dream and believe it though it won't be happened *kawaisou ne* =_=
Kamis, 14 Juli 2011
Rabu, 06 Juli 2011
cars
pria yang sampai detik ini tak ku tahu wajahnya membawa ku ke basement gedung tersebut. mungkinkah ia bernia jahat padaku?? aku tak tahu. apapun yang ingin ia lakukan silahklan saja. tak ada gunanya. pikirku.
langkah kaki kami terhenti pada sebuah mobil peugeot warna hitam keluaran terbaru. kanemochi. pikirku. ia membuka pintu depan bagian kanan. "masuk!" perintahnya akupun memasuki mobil itu.
-brak- ia menutup pintu mobil tersebut lalu berjalan melalui bagian depan mobil lalu masuk ke pintu kemudi. aku masih menundukan kepalaku. pusing kurasa. karena beban psikis yang kurasa. tiap kali mengingat kekasihku, teriris rasanya hati ini.
"pakai safety-belt mu" kata pria itu.
aku menuruti kemauannya.
"kau mau mati, kan??" katanya. aku hanya memberi anggukan kecil. "ore mo" lanjutnya. "ayo kita mati sama2." katanya.
entah ia sungguhan atau tidak. tapi, kalimatnya barusan berhsil membuat kepalaku menoleh ke arahnya.
berkali2 aku mengerjapkan mataku, tidak percaya dengan apa yang ku lihat.
AIBA MASAKI!! bathin-ku.
"kenapa?? takut??" tanyanya. mata kami ber adu saat itu.
aku menggelengkan kepalaku. berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku. mulai dari kenapa ia ingin mati sampai bagaimana nasib arshi jika ia mati??
"aku akan membawamu ke suatu tempat" katanya sambil menstarter mobilnya. "kau ingin mati kan?? ayo kita mati dengan cara yang lebih elit." katanya. konyol pikirku.
"ayo kita mati" katanya lagi.
***
aiba memacu mobilnya ke arah teluk. sepanjang jalan kami tidak berbicara. ia sibuk bersenandung lagu2 arashinya. sedangkan aku hanya menatap keluar jendela. sambil sesekali menyeka airmata yang mengalir membasahi pipiku.
"kau tau kan aku siapa??" katanya
aku mengangguk, "aiba masaki, kan?"
"aku ini artis, kalau kita mau mati sama2 dengan terjun dari gedung yang sama terkesan basi!" katanya. "sebaikanya kita terjun sama2 denganmobil ini. jauh lebih keren, bergaya, dan dramatis!!" katanya.
aku memutar bola mataku tanda nggak habis pikir dengan kata2nya.
"terserahmulah, mau mati dengan gaya apa saja."
langkah kaki kami terhenti pada sebuah mobil peugeot warna hitam keluaran terbaru. kanemochi. pikirku. ia membuka pintu depan bagian kanan. "masuk!" perintahnya akupun memasuki mobil itu.
-brak- ia menutup pintu mobil tersebut lalu berjalan melalui bagian depan mobil lalu masuk ke pintu kemudi. aku masih menundukan kepalaku. pusing kurasa. karena beban psikis yang kurasa. tiap kali mengingat kekasihku, teriris rasanya hati ini.
"pakai safety-belt mu" kata pria itu.
aku menuruti kemauannya.
"kau mau mati, kan??" katanya. aku hanya memberi anggukan kecil. "ore mo" lanjutnya. "ayo kita mati sama2." katanya.
entah ia sungguhan atau tidak. tapi, kalimatnya barusan berhsil membuat kepalaku menoleh ke arahnya.
berkali2 aku mengerjapkan mataku, tidak percaya dengan apa yang ku lihat.
AIBA MASAKI!! bathin-ku.
"kenapa?? takut??" tanyanya. mata kami ber adu saat itu.
aku menggelengkan kepalaku. berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku. mulai dari kenapa ia ingin mati sampai bagaimana nasib arshi jika ia mati??
"aku akan membawamu ke suatu tempat" katanya sambil menstarter mobilnya. "kau ingin mati kan?? ayo kita mati dengan cara yang lebih elit." katanya. konyol pikirku.
"ayo kita mati" katanya lagi.
***
aiba memacu mobilnya ke arah teluk. sepanjang jalan kami tidak berbicara. ia sibuk bersenandung lagu2 arashinya. sedangkan aku hanya menatap keluar jendela. sambil sesekali menyeka airmata yang mengalir membasahi pipiku.
"kau tau kan aku siapa??" katanya
aku mengangguk, "aiba masaki, kan?"
"aku ini artis, kalau kita mau mati sama2 dengan terjun dari gedung yang sama terkesan basi!" katanya. "sebaikanya kita terjun sama2 denganmobil ini. jauh lebih keren, bergaya, dan dramatis!!" katanya.
aku memutar bola mataku tanda nggak habis pikir dengan kata2nya.
"terserahmulah, mau mati dengan gaya apa saja."
Senin, 04 Juli 2011
zero
pandangan kosong kulemparkan ke arah jalan raya ibukota tokyo. dari atap gedung ini aku melihat mobil dan manusia berlalu lalang dibawah sana. mungkin saat ini hirukpikuk warga kota tokyo akan terusik saat aku melompat kebawah sana.
bulir-bulir airmata mengalir membasahi pipiku. aku terisak, aku marah, aku sedih, aku kecewa. semua ini terjadi dalam 1malam saja. kekasihku meninggalkankku denagn wanita lain. luluh lantak dan hancur mungkin itu kata2 yang tepat untuk menggambarkan kehidupankku saat ini.
aku memejamkan mataku, perlahan aku mendekatkan kakiku ke pinggiran gedung. aku menikmati hembusan angin teraklhir dalam hidupku.aku membentangkan tanganku dan siap menjatuhkan tubuhku ke bawah sana.. saat aku sudah memiringkan tubuhku, tiba2..
hup..sreet..
sebuah tangan menariku.
seorang pria berdasi menggapai tangankku, dan aku jatuh kedalam dekapannya.
PLAK
ia menamparku, cukup keras.
"BAKA JAA NEE YO!!!" bentaknya. ia menarikku menjauhi pinggiran gedung. aku tak berani mendongak untuk melihat wajahnya. yang ada dipikirannku hanya satu. mati.
"apa yang ada diotakmu, Hah??!!"" bentaknya. aku tak bisa menjawab apa-apa. kepalaku penat dengan semua masalah yang melanda hidupku.
"gomenasai. tapi kau tak perlu repot2 menolongku. biarkan saja aku mati. lagipulaini bukan urusanmu" kata ku.
"kurasa ada." katanya. "kamu memutuskan untuk mengakhiri hidupku disini. aku pun demikian. kau mengambil tempatku. kalau kau mati disini dan aku juga mati disini orang2 bilang apa coba??"
konyol pikirku. kalau mau mati yang tinggal mati saja. buat apa kita memukirkan apa kata orang2?.
ia menarik tanganku. "ikut aku" katanya.
"e?" aku melihat pudak pria ini.
"ga usah banyak tanya. ikut saja." katanya
akupun kembali menundukan kepalaku. terserahlah apa yng akan ornag ini lakukan terhadapku, toh buatku hidupku tak ada artinya lagi.
bulir-bulir airmata mengalir membasahi pipiku. aku terisak, aku marah, aku sedih, aku kecewa. semua ini terjadi dalam 1malam saja. kekasihku meninggalkankku denagn wanita lain. luluh lantak dan hancur mungkin itu kata2 yang tepat untuk menggambarkan kehidupankku saat ini.
aku memejamkan mataku, perlahan aku mendekatkan kakiku ke pinggiran gedung. aku menikmati hembusan angin teraklhir dalam hidupku.aku membentangkan tanganku dan siap menjatuhkan tubuhku ke bawah sana.. saat aku sudah memiringkan tubuhku, tiba2..
hup..sreet..
sebuah tangan menariku.
seorang pria berdasi menggapai tangankku, dan aku jatuh kedalam dekapannya.
PLAK
ia menamparku, cukup keras.
"BAKA JAA NEE YO!!!" bentaknya. ia menarikku menjauhi pinggiran gedung. aku tak berani mendongak untuk melihat wajahnya. yang ada dipikirannku hanya satu. mati.
"apa yang ada diotakmu, Hah??!!"" bentaknya. aku tak bisa menjawab apa-apa. kepalaku penat dengan semua masalah yang melanda hidupku.
"gomenasai. tapi kau tak perlu repot2 menolongku. biarkan saja aku mati. lagipulaini bukan urusanmu" kata ku.
"kurasa ada." katanya. "kamu memutuskan untuk mengakhiri hidupku disini. aku pun demikian. kau mengambil tempatku. kalau kau mati disini dan aku juga mati disini orang2 bilang apa coba??"
konyol pikirku. kalau mau mati yang tinggal mati saja. buat apa kita memukirkan apa kata orang2?.
ia menarik tanganku. "ikut aku" katanya.
"e?" aku melihat pudak pria ini.
"ga usah banyak tanya. ikut saja." katanya
akupun kembali menundukan kepalaku. terserahlah apa yng akan ornag ini lakukan terhadapku, toh buatku hidupku tak ada artinya lagi.
Langganan:
Komentar (Atom)